PENGERTIAN REVOLUSI INDUSTRI
Revolusi adalah perubahan secara cepat atau perubahan yang cukup mendasar dalam suatu bidang atau dalam suatu tempat. Sedangkan industri adalah proses membuat atau menghasilkan barang. Jadi, revolusi industri adalah perubahan cara membuat barang atau menghasilkan barang yang semula menggunakan tenaga manusia beralih ke tenaga mesin.
LATAR BELAKANG REVOLUSI INDUSTRI
Istilah revolusi industri diperkenalkan untuk pertama kalinya oleh FriedrichEngels dan Louis-Auguste Blanqui pada pertengahan abad ke-19. T.S. ashton mencatat permulaan revolusi industri terjadi kira-kira pada tahun 1760-1830. Revolusi industri ini terus berkembang dan mengalami puncaknya sekitar pada pertengahan abad ke-19 yaitu pada tahun 1950. Revolusi industri ini didahului oleh adanya revolusi agraria. Ada 2 revolusi agraria, yaitu revolusi agraria I dan revolusi agraria II. Revolusi agraria I adalah tahapan terjadinya perubahan penggunaan tanah yang semula hanya untuk pertanian menjadi usahab pertanian, perkebunan dan peternakan yang terpadu. Sedangkan revolusi agraria II adalah cara mengubah mengerjakan tanah yang semula tradisional dengan penggunaan mesin-mesin atau mekanisasi.
SEBAB-SEBAB TERJADINYA REVOLUSI INDUSTRI
1.Situasi politik yang stabil.
2. Adanya Revolusi Glorius tahun 1688 yang mengharuskan raja bersumpah setia kepada Bill of Right sehingga raja tunduk kepada undang-undang dan hanya menarik pajak berdasarkan atas persejutuan parlemen.
3. Inggris kaya bahan tambang, seperti batu bara, biji besi, timah, dan kaolin.
4. Di samping itu, wol juga yang sangat menunjang industri tekstil.
5. Adanya penemuan baru di bidang teknologi yang dapat mempermudah cara kerja dan meningkatkan hasil produksi, misalnya alat-alat pemintal, mesin tenun, mesin uap dan sebagainya.
6. Kemakmuran Inggris akibat majunya pelayaran dan perdagangan sehingga dapat menyediakan modal yang besar untuk bidang usaha.
PROSES TERJADINYA REVOLUSI INDUSTRI
Pada akhir abad Pertengahan kota-kota di Eropa berkembang sebagai pusat kerajinan dan perdagangan. Warga kota (kaum Borjuis) yang merupakan warga berjiwa bebas menjadi tulang punggung perekonomian kota. Mereka bersaing secara bebas untuk kemajuan dalam perekonomian. Pertumbuhan kerajinan menjadi industri melalui beberapa tahapan, seperti berikut.
Domestic System.
Tahap ini dapat disebut sebagai tahap kerajinan rumah (home industri). Para pekerja bekerja di rumah masing-masing dengan alat yang mereka miliki sendiri. Bahkan, kerajinan diperoleh dari pengusaha yang setelah selesai dikerjakan disetorkan kepadanya. Upah diperoleh berdasarkan jumlah barang yang dikerjakan. Dengan cara kerja yang demikian, majikan yang memiliki usaha hanya membayar tenaga kerja atas dasar prestasi atau hasil. Para majikan tidak direpotkan soal tempat kerja dan gaji.
Manufactur.
Setelah kerajinan industri makin berkembang diperlukan tempat khusus untuk bekerja agar majikan dapat mengawasi dengan baik cara mengerjakan dan mutu produksinya. Sebuah manufactur (pabrik) dengan puluhan tenaga kerja didirikan dan biasanya berada di bagian belakang rumah majikan. Rumah bagian tengah untuk tempat tinggal dan bagian depan sebagai toko untuk menjual produknya. Hubungan majikan dengan pekerja (buruh) lebih akrab karena tempat kerjanya jadi satu dan jumlah buruhnya masih sedikit. Barang-barang yang dibuat kadang-kadang juga masih berdasarkan pesanan.
Factory System.
Tahap factory system sudah merupakan industri yang menggunakan mesin. Tempatnya di daerah industri yang telah ditentukan, bisa di dalam atau di luar kota. Tempat tersebut untuk untuk tempat kerja, sedangkan majikan tinggal di tempat lain. Demikian juga toko tempat pemasaran hasil industri diadakah di tempat lain. Jumlah tenaganya kerjanya (buruhnya) sudah puluhan, bahkan ratusan. Barang-barang produksinya untuk dipasarkan.
PENEMUAN TEKNOLOGI BARU PADA REVOLUSI INDUSTRI
1. Kumparan terbang (flying shuttle) cipataan John Kay (1733). Dengan alat ini proses pemintalan dapat berjalan secara cepat..
2. Mesin pemintal benang (spinning jenny) ciptaan James Hargreves (1767) dan Richard Arkwright (1769). Dengan alat ini hasilnya berlipat ganda..
3. Mesin tenun (merupakan penyempurnaan dari kumparan terbang) ciptaan Edmund Cartwight (1785). Dengan alat ini hasilnya berlipat ganda..
4. Cottongin, alat pemisah biji kapas dari serabutnya cipataan Whitney (1794). Dengan alat ini maka kebutuhan kapas bersih dalam jumlah yang besar dapat tercukupi..
5. Cap selinder ciptaan Thomas Bell (1785). Dengan alat ini kain putih dapat dilukisi pola kembang 200 kali lebih cepat jika dibandingkan dengan pola cap balok dengan tenaga manusia..
6. Mesin uap, ciptaan James Watt (1769). Dari mesin uap ini dapat diciptakan berbagai peralatan besar yang menakjubkan, seperti lokomotif ciptaan Richard.
7. Trevethiek (1804) yang kemudian disempurnakan oleh George Stepenson menjadi kereta api penumpang..
8. Kapal perang yang digerakkan dengan mesin uap diciptakan oleh Robert Fulton (1814)..
DAMPAK REVOLUSI INDUSTRI
Bidang Sosial
Akibat berkembangnya industri, pusat pekerjaan berpindah ke kota.
Terjadilah urbanisasi besar-besaran ke kota.
Para buruh tani pergi ke kota untuk menjadi buruh pabrik..
Kota-kota besar pun menjadi padat dan semakin sesak..
Para buruh hidup berjejal-jejal di tempat tinggal yang kumuh dan kotor..
Tidak hanya itu, dalam pekerjaan, mereka menjadi objek pemerasan majikan..
Buruh bekerja rata-rata 12 jam dalam sehari, namun tetap miskin..
Kemiskinan berakibat langsung pada meningkatnya kejahatan dan ketergantungan pada minuman keras..
Dampak lain adalah pengangguran, wanita dan anak ikut bekerja, dan kurangnya jaminan kesejahteraan..
Bidang Ekonomi
Pengaruh Revolusi Industri dalam bidang ekonomi ditandai dengan pembangunan daerah-daerah industri dilakukan secara besar-besaran..
Revolusi industri juga berpengaruh terhadap munculnya kota-kota industri seperti Manchester, Liverpool, dan Birmingham..
Kemunculan kota-kota industri tersebut merupakan satu keniscayaan ketika industri berkembang..
Perkembangan pesat dalam bidang industri ternyata tidak hanya bersifat kuantitas melainkan juga berpengaruh terhadap kualitas barang industri yang meningkat tajam..
Revolusi industri telah banar-benar mendorong warga Inggris untuk memperbaiki segala sesuatu berhubungan dengan hasil pekerjaan mereka..
Bidang Politik
Dampak Revolusi Industri dalam bidang politik antara lain:
(1) munculnya kaum borjuis sebab kemajuan industri melahirkan orang-orang kaya baru yang merupakan penguasa industri.
(2) Tumbuhnya demokrasi dan nasionalisme.
(3) Munculnya imperialisme modern, yaitu upaya mengembangkan imperialisme yang berlandaskan kekuatan ekonomi, mencari tanah jajahan, bahan mentah serta mengembangkan pasar bagi industrinya.
(4) Berkembangnya liberalisme yang awalnya hanya berkembang di Inggrisketika berlangsung Revolusi Agraria dan Revolusi Industri.
